elevator pitch teknik menulis berlatih dan dapatkan investor pelanggan dalam 40 detik

8 Langkah Menulis Elevator Pitch untuk Bisnis Kamu

Diposting pada 112 views

Apakah Kamu memerlukan teknik elevator pitch ketika menjual ide produk kepada investor? atau sedang mengumpulkan dana untuk bisnis kamu sendiri? Jika YA, berikut adalah 7 langkah untuk menulis pitch elevator yang efektif untuk bisnis Kamu.

 

Apa itu Pitch Elevator?

Elevator Pitch adalah gambaran singkat tentang apa jenis bisnis, produk, atau jasa yang Kamu tawarkan. Biasanya digunakan dalam presentasi tatap muka secara langsung dengan tujuan untuk menjual bisnis, dengan waktu yang seringkas mungkin.

Bagi banyak pengusaha, elevator pitch sendiri sudah seperti seolah – olah mereka sedang menjawab pertanyaan “Apa sih yang Kamu lakukan?” tetapi dengan sempurna tanpa perlu banyak kata.

Membuat ringkasan singkat tentang bisnis Kamu tanpa kehilangan proposisi nilainya. Pidato elevator yang bagus dibangun untuk memicu ketertarikan pada bisnis Kamu dan diharapkan membawa Kamu ke dalam percakapan yang lebih serius lagi dengan klien.

Elevator Pitch dapat menjadi salah satu alat paling sederhana namun paling kuat untuk pemilik usaha kecil, jika dilakukan dengan cara yang benar.

Sesuai namanya, elevator pitch biasanya pendek dan dipresentasikan sesuai waktu ketika menaiki sebuah lift. Dengan mengingat hal itu, panjang rata-rata elevator pitch biasanya antara 150-250 kata.

Panjangnya dapat bervariasi, tetapi Kamu harus dapat menyajikan presentasi dengan nyaman di bawah dua menit, atau bahkan di bawah satu menit. bisa ?

 

Mengapa Menulis Elevator Pitch Penting??

 

Tidak masalah dengan tujuan atau alasan melakukan elevator pitch demi mengumpulkan uang untuk bisnis Kamu atau hanya sekedar ingin menyempurnakan strategi bisnis.

Elevator pitch yang baik adalah alat penting untuk mencapai tujuan Kamu. Para profesional bisnis, wirausahawan dan pencari kerja menggunakan elevator pitch untuk menghasilkan peluang bisnis, kemitraan, minat investor, pelanggan, dan prospek pekerjaan.

Baca Juga : 17 Tips Business Writing Yang baik dan Benar

Pidato elevator yang dirancang dengan baik adalah kesempatan pertama untuk memperkenalkan perusahaan Kamu kepada calon pelanggan, investor, di tempat mana pun yang mungkin nantinya mereka Kamu temui.

Termasuk tempat-tempat yang tidak menyediakan waktu untuk banyak berbicara, seperti bandara, pesta, atau bahkan sebuah lift.

Kamu dapat menerapkan elevator pitch di tempat-tempat seperti diatas karena Kamu tidak pernah tahu apakah orang yang sedang berbicara dengan kamu mungkin suatu saat dapat membantu membawa perusahaan Kamu ke tingkat berikutnya.

Apabila kamu seorang wirausahawan, memiliki kemampuan elevator pitch yang baik akan membuatmu siap dalam melakukan pertemuan singkat dengan para investor potensial.

 

9 Tips Cara Menulis Elevator Pitch yang Sempurna

 

1. Ukur panjangnya

 

proses elevator pitch harus singkat tapi padat. Mengapa disebut elevator pitch ? karena prosesnya harus sesuai dengan waktu yang dibutuhkan untuk naik sebuah lift atau elevator.

apabila melebihi batas waktu tersebut, maka itu terlalu panjang. Beberapa orang merekomendasikan bahwa panjangnya harus antara 10 sampai 35 detik, yang terdiri dari sekitar 40 kata.

Sangat mudah untuk terus fokus pada topik yang Kamu sukai, tetapi Kamu perlu menghormati orang yang Kamu ajak bicara dan berhati-hati supaya tidak membuat mereka bosan.

 

2. Kenali produk Kamu

 

Kamu mungkin menawarkan satu produk unik tertentu, tetapi ada juga perusahaan lain yang bisa saja menawarkan produk yang sama seperti Kamu, dan mereka tidak memonopoli produk atau layanan tersebut.

Sebelum membuat pitch elevator, gali detail produk dan layanan Kamu.

Pertimbangkan karakteristik produk Kamu yang unik yang membedakan bisnis Kamu dari pesaing.

Semakin baik Kamu mengetahui produk dan layanan serta audiens, maka kamu akan semakin percaya diri saat memberikan elevator pitch dan menjawab pertanyaan dari audiens.

 

3. Ingat tujuan Kamu

 

Tujuan dari pidato elevator Kamu bukanlah untuk menyampaikan setiap informasi tentang bisnis Kamu.

Tujuannya adalah untuk memunculkan minat dari audiens.

Katakan yang mudah diingat dan menarik sehingga audiens Kamu akan mengajukan pertanyaan lanjutan. Tujuan akhir dari setiap elevator pitch adalah untuk membuat koneksi, mendapatkan pertemuan, dan mendapatkan izin untuk menjelaskan bisnis Kamu secara lebih rinci.

 

4. Tetap sederhana

 

Elevator Pitch harus dibuat dengan bahasa yang sederhana sehingga Kamu bisa menyampaikannya kepada siapa pun. Jauhi dari  kata kata jargon, klise, terlalu tinggi apa pun jenisnya jika Kamu ingin Kamu mendapat akhir yang Kamu inginkan.

Sebagai gantinya Kamu harus menggunakan pernyataan kuat yang jelas yang mengungkapkan keinginan Kamu untuk ide Kamu tersebut yang akan menarik emosi pendengar. Tujuan keseluruhan Kamu adalah memberi tahu pendengar apa yang Kamu lakukan atau apa yang Kamu jual, dan jelaskan perbedaan kamu dengan pesaing Kamu.

 

5. Buat sesuatu yang menarik perhatian

 

Mulailah dengan perkataan yang menarik perhatian yang sudah  kamu rancang sedemikian rupa untuk memicu minat dan mendorong audiens memberikan pertanyaan.

Mulailah pembicaraan dengan menjelaskan siapa Kamu, apa yang dilakukan atau dijual perusahaan Kamu dan mengapa pendengar Kamu harus tertarik.

 

6. Tawarkan solusi

 

Jika produk atau layanan Kamu tidak hadir sebagai solusi dalam menyelesaikan masalah, maka seharusnya jangan berbisnis. sedikit kasar memang, tetapi elevator pitch memang harus di isi dengan bagaimana Kamu dapat menyelesaikan masalah calon klien Kamu.

Kamu harus menarik apa yang dibutuhkan pendengar, tunjukan kualitas dan nilai terbaik.

 

7. Jadilah fleksibel

 

Bangun fleksibilitas elevator pitch Kamu untuk disesuaikan berdasarkan jenis pendengar dan informasi yang Kamu pelajari selama pertemuan.

Misalnya, buat penyesuaian untuk solusi yang Kamu tawarkan jika Kamu mengetahui bahwa pendengar mengoperasikan bisnis Internet dan tidak memiliki store offline.

Sesuaikan bahasa Kamu berdasarkan pendengar. Jika Kamu hanya fokus pada apa yang akan Kamu lakukan hanya untuk seorang investor, maka calon pelanggan potensial yang di depan mata akan kamu tinggalkan. Buat koneksi antara Kamu dan minat pendengar.

Bergantung pada siapa Kamu menyampaikan pidato, Kamu bisa merubah detailnya sehingga Kamu dapat memberikan informasi yang sesuai dengan pengetahuan audiens Kamu.

Baca Juga : Cara membuat surat proposal kepada Investor

Misalnya, jika Kamu berkata banyak hal tentang perangkat medis ke perkumpulan dokter, dan menggunakan banyak istilah medis mungkin ide yang bagus.

Tetapi, jika Kamu menjelaskan apa yang Kamu lakukan kepada orang-orang yang tidak memiliki latar belakang medis, jangan dicoba deh,  mungkin lebih baik jika kamu menggunakan bahasa sehari-hari yang dapat dipahami semua orang.

Sekali lagi, beberapa ahli merekomendasikan memiliki lebih dari satu gaya elevator pitch. Ini supaya Kamu dapat memiliki satu acuan untuk setiap situasi yang tidak biasa.

Misalnya, pitch yang akan Kamu gunakan untuk seorang calon investor, tentu tidak akan Kamu gunakan untuk calon pelanggan, dan itu tidak akan menjadi pitch yang sama yang akan Kamu gunakan untuk seorang kolega Bisnis.

 

8. Berlatih, tetapi jangan menghafal

 

Berlatih adalah ide yang bagus, tetapi Kamu tidak ingin tampil terlalu mengacu pada skrip dan terlihat seperti robot bukan?.

Menghafal kata demi kata bukan merupakan cara terbaik untuk berlatih. Kamu harus memiliki tujuan dalam hati dan buat pidato Kamu terkesan seperti percakapan dan alami sehingga Kamu dapat lebih mudah terhubung dengan audiens Kamu.

Kamu mungkin perlu melatih pengucapan dan intonasi Kamu berulang kali, tetapi cobalah melakukannya seperti yang dilakukan seorang aktor.

Saat menulis naskah, catat serangkaian emosi yang ingin Kamu bangkitkan. Hal yang paling penting adalah menyatukan emosi serta poin-poin penting yang ingin Kamu tekankan secara efisien.

Berlatihlah dengan skrip, tetapi buang skrip pada suatu titik ketika mencoba untuk menekan berbagai perasaan dan poin informasi.

Jika dapat melakukan improvisasi kata-kata yang berbeda dari apa yang Kamu tulis, itu bisa jadi lebih baik lagi.

 

Tujuan utama di sini adalah untuk dapat berbicara dengan seseorang, sehingga saat Kamu berbicara, sadari bahwa koneksi manusia lebih penting daripada kata-kata spesifik yang Kamu gunakan.

Menjadi otentik jauh lebih maju daripada terlihat terlalu dipoles. Pertimbangkan untuk mempekerjakan pelatih akting jika kamu memang ingin cepat mahir hehehe

 

9. Minta tindakan atau reaksi dari pendengar

 

Pidato elevator biasanya dilakukan dan diharapkan untuk mendapatkan beberapa respon tindakan dari audiens.

Tindakan ini bisa saja seperti untuk mendapatkan perlindungan, untuk mendapatkan investasi atau untuk membuat janji.

Sarankan penjadwalan janji untuk menunjukkan produk Kamu atau mendiskusikan layanan Kamu lebih lengkap.

Tanyakan apakah Kamu dapat memfollowup dengan mengirimkan resume Kamu. Tawarkan juga untuk saling menukar kartu nama. Dan pastikan juga Kartu bisnis Kamu menyediakan informasi yang cukup, seperti alamat situs web, sehingga pendengar dapat mudah menghubungi Kamu.

 

 

7 Langkah untuk Menulis Elevator Pitch yang Efektif untuk Bisnis Kamu

 

Sebelum Kamu mulai menulis, seperti tentang diri Kamu sendiri, apa yang paling ingin diingat oleh audiens tentang Kamu. Ingatlah bahwa pitch Kamu harus menarik, sehingga dapat mendorong mereka untuk mengambil tindakan.

Orang mungkin tidak mengingat semua yang Kamu katakan, tetapi mereka mungkin akan mengingat antusiasme Kamu.

Inilah cara Kamu bisa menulis nada elevator yang sempurna.

 

Langkah 1: Buat sesuatu pengait untuk Mendapatkan Perhatian

 

Ini bukan soal elevator pitch yang menarik untuk investor, tetapi Pernyataan atau pertanyaan yang dapat menarik minat mereka untuk ingin mendengar lebih banyak tentang yangakan kamu sampaikan. Tulis 1-2 kalimat yang kamu perkirakan akan menarik audiens Kamu dan buat mereka terlibat dalam apa yang akan Kamu katakan.

Kamu dapat memulai bagian ini dengan pertanyaan seperti, “Apakah Kamu tahu bahwa….. ?”

 

Langkah 2: Tentukan Siapa Kamu

 

Tulis satu kalimat tentang siapa Kamu.

 

Langkah 3: Jelaskan Apa yang Kamu Lakukan

 

Gunakan pernyataan misi dan daftar produk / layanan Kamu sebagai panduan, dan tulis 1-2 kalimat tentang apa yang Kamu lakukan setiap hari dalam bisnis Kamu.

 

Langkah 4: Identifikasi Klien / Pelanggan Ideal Kamu

 

Gunakan deskripsi audiens target Kamu sebagai panduan, dan tulis 1-2 kalimat tentang siapa klien atau pelanggan ideal Kamu.

 

Langkah 5: Jelaskan Apa yang Unik dan Berbeda tentang Kamu dan Bisnis Kamu

 

Elevator pitch Kamu juga perlu mengomunikasikan proposisi penjualan unik Kamu.

Identifikasi apa yang membuat Kamu, organisasi Kamu, atau ide Kamu, itu dianggap unik. Pada elevator pitch yang nyata, tidak ada waktu untuk menceritakan kisah panjang.

Daripada, menjelaskan poin-poin utama bisnis Kamu atau produk terlaris untuk melibatkan audiens Kamu. Pikirkan gambaran besar dan bukan hanya daftar manfaat produk, tunjukkan nilai kualitasnya.

Gunakan proposisi penjualan unik Kamu sebagai panduan, dan tulis 1-2 kalimat tentang apa yang membedakan Kamu dari setiap pemilik bisnis lain yang melakukan hal sama seperti apa yang Kamu lakukan.

Untuk menyoroti apa yang membuat perusahaan Kamu unik, Kamu bisa mengatakan, “Kami menggunakan pendekatan baru berbeda dari perusahaan lain, kami mengunjungi setiap organisasi untuk mencari tahu apa yang di butuhkan.”

 

Langkah 6: Nyatakan Apa Yang Kamu Harapkan Selanjutnya

 

Setelah Kamu mengomunikasikan proposisi penjualan unik Kamu, Kamu perlu melibatkan respon audiens Kamu.

Untuk melakukan ini, siapkan pertanyaan terbuka (pertanyaan yang tidak dapat dijawab dengan jawaban “ya” atau “tidak”) untuk melibatkan mereka dalam percakapan. Tulis 1-2 kalimat yang mengidentifikasi apa yang ingin dilakukan audiens Kamu selanjutnya.

Sebagai contoh; “Saya ingin menjadwalkan waktu untuk berbicara lebih banyak tentang beberapa delegasi dan tantangan tim anda, dan mengeksplorasi bagaimana kami dapat bekerja sama.”

 

Langkah 7: Kumpulkan Semuanya

 

Gabungkan pernyataan yang Kamu buat pada langkah sebelumnya. Kemudian, tambahkan transisi dan edit sampai mengalir seperti percakapan dan tangkap informasi yang paling penting.

Setelah selesai, Kamu sekarang harus membacanya dengan keras dan menggunakan stopwatch untuk menghitung berapa lama waktu yang dibutuhkan. Seharusnya tidak lebih dari 20-30 detik, jika tidak Kamu berisiko kehilangan minat orang tersebut, atau hanya memonopoli percakapan.

Setelah itu, cobalah untuk memotong apa pun yang tidak perlu ada di sana. Ingat, nada Kamu harus tajam dan meyakinkan, jadi semakin pendek, semakin baik

 

Langkah 8: Berlatih

 

Seperti hal lainnya, latihan menjadi sempurna. Ingat, bagaimana cara Kamu mengatakannya sama pentingnya dengan apa yang Kamu katakan.

Jika Kamu tidak berlatih, kemungkinan Kamu akan berbicara terlalu cepat, dan tidak wajar, atau kamu bahkan lupa elemen penting dari pitch Kamu.

Tetapkan tujuan untuk melatih pitch Kamu secara teratur. Semakin banyak Kamu berlatih, semakin alami intonasi Kamu.

Kamu ingin itu terdengar seperti percakapan yang lancar bukan?, bukan sekedar promosi penjualan yang agresif.

Pastikan Kamu mengetahui bahasa tubuh Kamu saat berbicara, yang menyampaikan informasi sebanyak mungkin kepada pendengar seperti halnya kata-kata Kamu.

Berlatihlah di depan cermin atau, lebih baik lagi, di depan rekan kerja sampai nada terkesan alami.

 

Sebagai kesimpulan, pitch elevator yang efektif dapat membantu Kamu memperkenalkan diri dan memecahkan kebuntuan dalam situasi hubungan, jadi Kamu harus berusaha keras untuk menjadikan diri Kamu seorang pitcher pembunuh.

Perhatikan bahwa jika elevator pitch Kamu meninggalkan banyak kesan buruk yang tidak diinginkan, maka Kamu akan kesulitan memasarkan produk atau layanan Kamu.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *