Cara Mengurangi Risiko Kelangsungan Bisnis

Cara Mengurangi Risiko Kelangsungan Bisnis

Diposting pada 6 views

Setiap perusahaan yang bergerak dalam bidang bisnis pasti memiliki risiko. jika kamu pemilik usaha dan ingin tahu bagaimana cara mengurangi risiko keberlangsungan bisnis. baca terus artikel ini sampai selesai.

 

Perusahaan yang dijalankan jenis bisnis apapun, pasti bisnis itu rentan terhadap banyak risiko.

Kamu mungkin berpikir sudah sangat berhati-hati, Kamu mungkin memiliki asuransi, Kamu mungkin telah melatih staf Kamu dengan sempurna dan bahkan mungkin hanya mempekerjakan para profesional.

Tetapi kenyataannya adalah bahwa masih ada begitu banyak hal yang berada di luar kendali Kamu.

Bahkan jika masalah seperti kerusakan mesin, pencurian, dan kebakaran sudah dalam kendali Kamu, bagaimana dengan hal-hal lain seperti gempa bumi dan tsunami yang tidak kita harapkan tetapi masih terjadi dan di luar kendali manusia?

Pemilik bisnis yang baik hanya berharap untuk yang terbaik dan mengambil langkah-langkah untuk menempatkan struktur, fasilitas, dan aktivitas untuk membantu mengurangi risiko ini.

Ini hanya beberapa dari banyak langkah penting yang harus Kamu ambil untuk mengurangi risiko berkelanjutan bisnis dan membangun kembali bisnis Kamu setelah terkena bencana yang tidak terduga.

 

Pertama, apa risiko kelangsungan bisnis?

 

Risiko kesinambungan bisnis hanyalah salah satu dari berbagai jenis risiko yang dihadapi perusahaan.

Ada kemungkinan bahwa peristiwa yang sial akan terjadi yang dapat menyebabkan gangguan layanan atau penutupan bisnis.

Tidak ada pemilik bisnis yang menginginkan hal tersebut terjadi karena akan menyebabkan banyak masalah lain seperti kehilangan pendapatan, kehilangan karyawan kunci, kehilangan pelanggan dan pemasok, dan hilangnya kepemimpinan pasar.

Sebagai pemilik bisnis, Kamu dapat mengurangi risiko keberlangsungan bisnis Kamu seminimal mungkin dengan mengambil langkah-langkah berikut.

 

 

9 Langkah Tindakan untuk Mengurangi Risiko Kelangsungan Bisnis

 

1. Lakukan analisis risiko

 

Langkah pertama yang harus Kamu ambil adalah mengidentifikasi secara hati-hati kemungkinan risiko kontinuitas bisnis yang dihadapi bisnis Kamu.

Apakah kehilangan data? Apakah kehilangan dokumen penting? Apakah kehilangan staf kunci? Atau apakah kehilangan kepercayaan dan kredibilitas pelanggan? Kamu harus hati-hati melihat potensi kerugian yang mungkin diderita bisnis Kamu jika terjadi bencana.

Hanya dengan cara begitu Kamu dapat mulai merencanakan cara mengurangi atau menghilangkan risiko semacam itu.

 

2. Memahami risikonya

 

Sekarang Kamu telah mengidentifikasi risiko potensial, langkah selanjutnya adalah memahami situasinya dengan lebih baik.

Bagaimana tepatnya kehilangan dokumen dapat memengaruhi bisnis Kamu?

Baca Juga : 7 Langkah Melisensikan Penemuan ke Perusahaan Supaya Untung

Bagaimana Jika sebuah bencana membuat Kamu tidak dapat bertemu dengan produsen barang atau jasa pemasok Kamu, bagaimana hal itu akan mempengaruhi pelanggan dan pendapatan Kamu?.

Itulah beberapa pertanyaan yang dapat membantu Kamu memahami risiko potensial dengan lebih baik.

 

3. Prediksi Kemungkinan terjadinya

 

Selanjutnya, Kamu harus melihat kemungkinan bencana atau peristiwa seperti itu terjadi.

Apakah ini cukup sering terjadi? Apakah itu terjadi hanya sekali dalam waktu yang sangat lama?

Semakin besar kemungkinan suatu peristiwa akan terjadi, semakin banyak upaya yang harus Kamu lakukan untuk menghadapi risiko tersebut.

 

4. Buat anggaran

 

Kamu harus selalu memiliki anggaran untuk manajemen risiko.

Membangun dan menjalankan kembali bisnis Kamu setelah dilanda bencana pasti akan menelan biaya. Dan Kamu harus selalu siap untuk itu.

 

5. Rancang strategi mitigasi risiko

 

Kamu harus membuat rencana dan strategi yang akan Kamu gunakan untuk menghilangkan risiko bisnis Kamu.

Beberapa risiko dapat dikelola melalui asuransi atau transfer risiko.

Kamu harus mencari cara untuk melawan atau mengurangi semua jenis risiko.

Ini bisa berarti dengan membeli polis asuransi, memastikan bahwa staf Kamu terlatih dengan baik, atau memiliki dana darurat.

6. Buat rencana kesinambungan bisnis

 

Selanjutnya, Kamu harus membuat rencana kesinambungan bisnis, yang akan merincikan semua langkah yang dapat Kamu ambil untuk memastikan kelangsungan operasi bisnis setelah perusahaan Kamu mengalami bencana.

Baca Juga : 10 Sumber Ide & Peluang Bisnis Terbaik

Kamu mungkin tidak mampu membayar biaya dan waktu yang diperlukan untuk mengembalikan keadaan, jadi Kamu mungkin perlu menjalankan layanan kerangka untuk sementara waktu atau mengatur agar staf Kamu bekerja dari rumah sambil menunggu waktu yang Kamu bisa untuk mengembalikan semuanya.

 

7. Pertimbangkan efektivitas biaya

 

Selain itu, Kamu harus melakukan analisis biaya-manfaat untuk menentukan efektivitas biaya dari rencana kesinambungan bisnis Kamu.

Jika Kamu akan menghabiskan terlalu banyak uang, itu risiko finansial sendiri — risiko yang ingin Kamu hindari pada saat seperti itu.

Oleh karenanya, Kamu harus melakukan analisis biaya dan membuat rencana kesinambungan bisnis yang paling efektif dari segi biaya.

 

8. Jadwalkan penilaian berkala

 

Kamu tidak boleh berhenti begitu saja ketika ada rencana; penting bagi Kamu untuk terus meninjau rencana manajemen risiko kesinambungan bisnis Kamu dan membuat penyesuaian kapan pun diperlukan.

 

9. Ikut sertakan semua orang

 

Terakhir, Kamu harus selalu berusaha membawa manajemen dan staf kunci di setiap tahap proses perencanaan, sehingga semua orang mengerti dan tahu apa yang harus dilakukan ketika terjadi bencana.

 

Itulah Cara Mengurangi Risiko Kelangsungan Bisnis yang dapat kamu coba. perlu banyak pengalaman supaya dapt meminimalisir setiap risiko yang hadir.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *