menjual ide bisnis

Tata Cara Dasar Menjual Ide kepada Investor tanpa khawatir

Diposting pada 379 views

Apakah kamu orang yang kreatif? Apakah kamu memiliki ide bernilai jutaan dolar bila dijadikan bisnis? Atau apakah kamu memiliki penemuan, paten, atau kekayaan intelektual bernilai jutaan dolar tapi tidak tahu bagaimana cara menjualnya? Jika iya, maka kamu wajib membaca tulisan ini yang akan mengajari kamu bagaimana cara menjual ide-ide hebat kamu kepada perusahaan dan investor.

Dunia ini dipenuhi dengan ide-ide brilian bernilai jutaan dolar, tapi sayangnya, dunia tidak memiliki pengusaha yang berpengalaman. Terkadang, saya mendengar dan melihat promosi dari para pengusaha tentang ide bisnis luar biasa yang telah mereka kembangkan.

Tapi, tidak peduli seberapa menarik ide mereka terdengar; Saya mencoba menunjukkan kepada mereka bahwa memulai bisnis membutuhkan lebih dari sekadar ide.

Jadi dalam artikel ini, saya akan mengungkapkan strategi, langkah demi langkah untuk menjual ide-ide kamu kepada perusahaan dan investor.

Tetapi sebelum menjelaskan kepada proses penjualan tentang ide kamu kepada investor, kamu mungkin bertanya-tanya mengapa disarankan untuk menjual ide kamu; daripada membangun bisnis sendiri dari ide itu?

Mengapa Kamu Harus Menjual Ide Bisnis Kamu ke Perusahaan atau Investor

1. Membangun bisnis dari ide-ide kamu adalah proses yang cukup menantang jika mempertimbangkan risiko yang dihadapi. Kamu dapat menjual ide kamu kepada investor untuk menghindari risiko dari memulai bisnis.

Misalnya, Bill Gates tidak mengembangkan MsDos, ia hanya membelinya langsung dari sekelompok programmer dan Microsoft telah dibentuk.

2. Mengembangkan dan memasarkan ide kamu membutuhkan modal. Kamu dapat memilih untuk menjual ide-ide kamu kepada perusahaan untuk menghindari kerepotan mengumpulkan modal.

3. Kamu dapat menjual ide-ide kamu kepada perusahaan dan investor jika kamu tidak memiliki keterampilan kewirausahaan dan kompetensi untuk membangun bisnis.

4. Kamu dapat menjual ide kamu kepada investor jika kepuasan yang instan atau cepat adalah tujuan kamu.

5. Kamu membangun bisnis disekeliling generasi yang juga memiliki ide bisnis. Yang harus kamu lakukan adalah memulai sebuah riset; tetap terhubung dengan tren dan pelanggan, dan mengembangkan peluang bisnis langsung pada tempatnya.

Begitu ketiga kunci ini tersedia; maka kamu dapat membangun bisnis yang sukses dengan menjual ide bisnis kepada perusahaan dan investor.

Baca Juga : Cara mencegah Ide Bisnis di Curi Investor atau bankir

Setelah memahami lima alasan mengapa kamu harus mempertimbangkan untuk menjual ide-ide kamu kepada perusahaan dan investor, dibawah ini adalah langkah-langkah yang tepat untuk menjual ide bisnis kamu kepada mereka.

Cara Menjual ide Kamu kepada Perusahaan dan Investor Tanpa Rasa Stres

 

1. Mendapatkan pengacara

Langkah pertama untuk menjual ide kamu kepada perusahaan dan investor adalah dengan mendapatkan pengacara yang berspesialisasi dalam hukum kontrak dan kekayaan intelektual. Pengacara akan berguna ketika kamu menegosiasikan kesepakatan; dan juga akan membantu kamu memeriksa lembar persyaratan dan perjanjian untuk memastikan kamu berada di posisi yang aman.

 

2. Lindungi ide kamu

Langkah selanjutnya yang harus diambil bahkan sebelum mempresentasikan ide kamu kepada teman dekat dan keluarga adalah melindungi ide kamu dengan memastikan bahwa hukum mengakuimu sebagai pencipta ide tersebut.

Kendaraan hukum yang dapat kamu gunakan untuk melindungi kekayaan intelektual kamu diantaranya termasuk paten, merek dagang, nama dagang, dan hak cipta. Melindungi ide-ide kamu sangat penting karena bisa melindungimu dari pencurian intelektual.

 

3. Menilai dan menentukan nilai ide kamu

Berapa sih nilai ide Kamu? Seberapa banyak kamu bersedia menjual ide kamu? Apa nilai pasar dari ide kamu? Nah..Semua angka-angka ini harus diselesaikan sebelum membawa ide kamu lebih jauh.

Baca Juga  8 Cara Terbaik untuk Membangun Merek Bisnis Online dari Awal

Sekarang bagaimana caramu menilai ide kamu? Bagaimana kamu menentukan nilai moneternya? Maka dari itu, kamu dapat menyewa konsultan bisnis dan penilai untuk menilai ide kamu atau kamu sendiri dapat menentukan nilai dari ide kamu dengan potensi pasar yang dimilikinya.

4. Tetapkan nilai jual minimum

Sebelum masuk ke negosiasi untuk menjual ide bisnis; Seperti yang dikatakan diatas, kamu harus mengetahui nilai ide kamu terlebih dahulu dan menetapkan jumlah minimum yang bersedia kamu terima dari penjualan.

Ini akan membuat negosiasi lebih mudah karena kamu tahu apa yang kamu inginkan. Misalnya, jumlah minimum yang akan kamu jual untuk sebuah ide adalah satu juta dolar.

Jika terjual diatas yang kamu inginkan, maka tidak akan menjadi masalah tapi jangan menyetujui jika yang ditawarkan dibawah keinginanmu.

 

5. Pilih opsi jual

Memilih opsi menjual hanya menentukan bagaimana kamu ingin dibayar. Sebelum masuk ke negosiasi untuk menjual ide kamu, kamu harus tahu berapa banyak yang kamu inginkan untuk penjualan itu dan bagaimana kamu ingin dibayar.

Apakah kamu akan menjualnya dan menerima uang tunai atau mengambil opsi saham? Apakah kamu menjual untuk pembayaran instan atau untuk royalti? Itu yang harus disepakati antara kamu dan pembeli.

 

6. Ketahui tujuan Kamu

Langkah keenam untuk menjual ide kamu kepada perusahaan dan investor adalah mengetahui tujuan kamu. Saat bernegosiasi dengan manajer yang bermulut manis kamu mungkin dapat terhipnotis oleh janji-janji mereka.

Sebelum bernegosiasi; ketahuilah tujuan kamu, tahu apa yang kamu inginkan dan patuhilah itu.

 

7. Identifikasi perusahaan dan investor potensial

Langkah ketujuh untuk menjual ide kamu adalah mengidentifikasi perusahaan dan investor yang potensial untuk membeli ide kamu; dan masukkanlah perusahaan dan investor tersebut ke dalam daftar.

 

8. Tulis proposal bisnis kepada calon investor

Setelah mengidentifikasi pembeli potensial; kirimkan kepada mereka proposal bisnis yang menyoroti dasar-dasar dan manfaat dari ide kamu.

Baca Juga : Cara menghasilkan Uang Online dari menulis

Kamu dapat meminta demonstrasi langsung atau uji coba ide kamu pada pembeli yang tertarik. Poin terpenting dalam menulis proposal bisnis adalah memastikan bahwa kamu menjual manfaat dari ide yang kamu miliki dalam proposal.

Ingatlah bahwa tujuan utama kamu menulis proposal bisnis adalah untuk membangkitkan minat pembeli potensial.

 

9. Bertemu dengan pembeli yang tertarik

Jika ide kamu memiliki potensi, kamu akan dihubungi oleh pembeli yang tertarik. Temuilah pembeli ini dan diskusikan bisnis dengan mereka, tetapi pastikan kamu melakukannya di bawah pengawasan ketat pengacara kamu.

Saya juga menyarankan agar pembeli potensial tersebut menandatangani formulir persetujuan sebelum kamu melakukan demonstrasi langsung atau uji coba ide bisnis kamu.

Ingatlah pada tujuan kamu; dan sadar akan tujuan tersebut. Libatkan pembeli potensial kamu dengan siasat negosiasi; jangan terburu-buru untuk menjual dan jangan menunjukkan ketertarikanmu.

Pastikan kamu duduk di meja negosiasi dengan seorang pengacara dan jika kamu merasa tidak cukup kompeten untuk bernegosiasi; bawa serta teman atau rekan dan biarkan dia yang bicara.

 

10. Jual ide kamu atau pindah ke pembeli berikutnya

Jika langkah satu hingga sembilan berjalan lancar; maka kamu mungkin berhasil menjual ide kamu. Tapi jika tidak, maka beralihlah ke pembeli yang tertarik berikutnya. Ingat bahwa kamu memiliki daftar calon pembeli; jika tidak ditemukan kesepakatan antara kamu dan pembeli, jangan buang waktu kamu yang berharga. Teruskan menjual proposal kamu ke calon pembeli berikutnya.
Setelah melalui proses penjualan ide kamu menggunakan artikel ini sebagai pedoman; Saya berani bertaruh bahwa kamu tidak hanya akan keluar dengan tersenyum, kamu juga akan lebih berpengalaman jika berurusan dengan perusahaan dan investor.

2 komentar.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *