cara riset ide bisnis

5 Langkah Cara Cepat Riset suatu ide Bisnis

Diposting pada 30 views

Bagaimanasih cara Kamu memastikan profitabilitas suatu ide bisnis? Bagaimana Kamu mengubah ide bisnis menjadi peluang? Bagaimana Kamu memutuskan apakah suatu ide atau peluang layak untuk dijalankan? Bagaimana cara riset ide Bisnis baru ?

 

Nah, jawaban atas pertanyaan di atas adalah “Penelitian atau Studi Kelayakan.” Apakah Kamu ingin mempelajari bagaimana cara meriset sebuah ide bisnis? Baca terus sampai selesai untuk menemukan jawabannya.

Bukan lagi hal yang baru bahwa kondisi ekonomi ketika suatu bisnis baru di bangun pasti tidak pernah stabil.

Itulah mengapa berwirausaha dianggap berisiko. Tetapi, terlepas dari risiko dalam memulai bisnis, banyak orang masih akan mencoba memulai usaha dan tentu saja hanya sedikit dari orang-orang tersebut akan berhasil.

Bagaimana dan mengapa mereka berhasil?

Salah satu alasan beberapa pengusaha sukses dalam bisnis adalah karena mereka meneliti atau melakukan studi kelayakan atas ide mereka.

Sekarang meneliti ide sama seperti melakukan studi kelayakan awal.

Kamu perlu tahu bahwa melakukan riset tentang ide bisnis Kamu dapat secara drastis meningkatkan peluang untuk berhasil.

Dengan menyelidiki secara menyeluruh semua aspek ide bisnis yang kamu rencanakan, Kamu akan tahu apa yang menjadi tujuan dan bagaimana menjalankan strategi Kamu dengan taktis.

Jadi tanpa membuang waktu lebih banyak lagi, di bawah ini adalah langkah tepat untuk meneliti ide bisnis.

 

Cara Meneliti ide Bisnis – Panduan

 

1. Menganalisis Pasar Kamu Secara Kritis

 

Kamu punya ide yang bagus tetapi Kamu harus mencari tahu apakah  ide yang kamu rencankan memiliki permintaan di masyarakat? Atau lebih baik lagi, untuk mengetahui apakah suatu permintaan tersebut dapat tercipta?

Langkah pertama yang harus diambil adalah menganalisis pasar Kamu dan cara yang baik untuk memulai adalah dengan bertanya pada diri sendiri dengan pertanyaan-pertanyaan berikut:

  • Apakah ada individu atau perusahaan yang saat ini menjalankan ide Kamu?
  • Apakah ada pasar untuk ide Kamu?
  • Apakah ada kompetisi atau tidak?
  • Jika ada pasar untuk ide Kamu, lalu siapa pelanggan Kamu?

 

Sangat penting bagi Kamu untuk melakukan analisis pasar untuk menentukan permintaan potensial untuk ide Kamu dan tingkat persaingan yang akan Kamu hadapi.

Namun, jika setelah melakukan riset pasar dan Kamu mendapati bahwa pasar sudah jenuh dengan ide-ide produk yang serupa dan pelanggan tidak membutuhkan opsi tambahan, hal terbaik yang harus dilakukan adalah berhenti dengan ide tersebut atau tetap melanjutkan.

 

2. Gali semua informasi industri tentang ide bisnis Kamu

 

Baca Juga  Tiru strateginya Ruben Onsu dalam Bisnis I am Geprek Bensu

Jika Kamu mengikuti langkah pertama dan Kamu telah memastikan bahwa memang ada pasar untuk ide produk Kamu, langkah selanjutnya yang harus diambil adalah meneliti tempat industri yang akan dijalankan.

Sangat penting untuk meneliti segala sesuatu tentang produk tersebut.

Dan tentu bisnis itu sendiri dengan meneliti melalui publikasi perdagangan, mencari online, membaca surat kabar, berbicara dengan orang lain di industri dan menghubungi komunitas dagang lokal.

Juga, penting Kamu bertanya pada diri sendiri pertanyaan-pertanyaan berikut:

Siapa yang akan menjadi pemimpin pasar di industri Kamu?
Berapa persentase pangsa pasar yang dimiliki oleh pemimpin pasar?
Berapa tingkat keberhasilan atau kegagalan startup di industri?
Apakah industri diatur secara ketat oleh pemerintah?

3. Melakukan analisis SWOT

 

Apa itu analisis SWOT? SWOT adalah singkatan dari Strength, Weakness, Opportunities, dan Threats yang dalam bahasa indonesia SWOT artinya kekuatan, kelemahan, peluang dan ancaman.

Sedangkan analisis SWOT hanyalah proses mengungkap dan memahami faktor-faktor tersebut.

Kelemahan dan kekuatan adalah internal dan berasal dari perusahaan itu sendiri (misalnya Kualitas layanan, desain produk yang cacat).

sementara peluang dan ancaman adalah faktor yang terkait dengan lingkungan eksternal, termasuk iklim ekonomi pasar, pelanggan Kamu dan pesaing Kamu.

 

4. Riset dan periksa apakah ada peluang waralaba untuk ide Kamu

 

Daripada melalui proses yang tidak stabil dan menyakitkan ketika memulai bisnis dari awal, Kamu dapat memulai dan meningkatkan peluang kesuksesan Kamu dengan ikut membeli waralaba atau Franchise, itupun jika Kamu kuat secara finansial.

Jadi, Kamu harus meneliti dan mencari tahu apakah ada waralaba di sekitar Kamu.

 

5. Meneliti dan mencari tahu tentang ketersediaan tenaga kerja

Inti dari memulai bisnis itu apa jika di daerah tersebut tidak tersedia tenaga kerja, sedangkan untuk menjalankan bisnis tersebut kamu perlu pekerja dengan keterampilan teknis.

Dan jika kemampuan teknis tersebut tidak bersumber dari tenaga kerja lokal, kemudian biaya hiring nya terlalu mahal itu tidak lah masuk akal.

Jadi, Kamu harus meneliti dan memastikan bahwa ada ketersediaan dan keterjangkauan tenaga kerja. Kemudian kamu harus memperkirakan biaya gaji dan upah dan juga dengan pajak gaji.

 

Sebagai kesimpulan, Kamu juga harus meneliti dan mencari tempat terbaik untuk menempatkan bisnis atau kantor Kamu; sambil mempertimbangkan biaya sewa ruang kantor.

Kamu juga harus berusaha untuk mendapatkan nasihat profesional dari penasihat bisnis, akuntan, dll.

Setelah Kamu dapat mengambil langkah-langkah ini yang di atas, Kamu baru saja menyimpulkan studi kelayakan awal.

Kamu kemudian dapat melanjutkan untuk melakukan cara Riset ide bisnis kelayakan skala penuh dan laporan penelitian Kamu akan sangat vital dalam penulisan rencana bisnis Kamu.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *